You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Usai Kali Progo, Sudin Tata Air Keruk Kali Gubuk Genteng
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Pengerukan Kali Gubuk Genteng Ditarget Rampung Oktober

Kali Gubuk Genteng di Kelurahan Semper Barat, Cilincing, sepanjang 1,6 kilometer dikeruk. Pengerukan akan memperdalam kali hingga kedalaman tiga meter.

Kali Progo (hulu) dan Kali Gubuk Genteng (hilir) satu aliran,  seharusnya nyambung. Makanya kita sambung lagi

Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara, Herning Wahyuningsih mengatakan, pengerukan di Kali Gubuk Genteng ini merupakan lanjutan pengerjaan dari Kali Progo. 

Normalisasi Kali Gubuk Genteng Dilanjutkan

Ditambahkan Herning, Kali Progo dan Kali Gubuk Genteng sudah lama tidak terkoneksi lantaran padat lumpur. Bahkan sebelum dilakukan pengerukan, lokasi ini berupa daratan dan tidak terlihat terdapat kali di bawahnya.

"Kali Progo (hulu) dan Kali Gubuk Genteng (hilir) satu aliran, seharusnya nyambung. Makanya kita sambung lagi," ungkapnya, Rabu (21/9).

Herning menjelaskan, pengerukan kali dengan lebar lima sampai enam meter ini dimulai sejak Juli 2016 lalu. Saat ini pengerjaannya menyisakan sekitar 200 meter. 

Usai dikeruk pihaknya akan memperbaiki turap di Kali Gubuk Genteng yang merupakan bagian dari pemeliharaan rutin infrastruktur saluran PHB dan Kali di Jakarta Utara.

"Tadi kita baru tertibkan lima bangunan liar di atas daratan itu, kemudian dikeruk lagi. Oktober pengerjaan selesai," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2069 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1042 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye942 personAnita Karyati
  4. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye938 personFakhrizal Fakhri
  5. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye866 personNurito